News

Jelang Lebaran, OJK Menghentikan 26 Perusahaan Penawaran Fintech Lending dan Investasi Ilegal

Ilustrasi/Internasionalinvestorclub

EKBISBANTEN.COM – Satgas Waspada Investasi dalam operasionalnya mencegah kerugian masyarakat hingga April kembali menemukan 86 platform fintech peer to look lending ilegal dan 26 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat.

Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat untuk semakin waspada terhadap penawaran dari entitas fintech lending dan investasi ilegal yang memanfaatkan momentum menjelang Lebaran.

“Fintech lending dan penawaran investasi ilegal ini masih tetap muncul di masyarakat. Menjelang Lebaran dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan agar tidak menjadi korban,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing, Rabu (5/5).

Tongam mengatakan, pihaknya selalu berusaha mengingatkan masyarakat bahwa sebelum memanfaatkan fintech lending dan mencoba berinvestasi harus memahami legalitas atau izin dari perusahaan itu dan melihat logika dari penawaran keuntungan yang ditawarkan sesuai dengan nilai yang wajar.

“Terlebih lagi menjelang lebaran ini masyarakat mendapatkan THR sehingga diharapkan tidak menempatkan dana THR tersebut pada penawaran-penawaran investasi ilegal,” kata Tongam.

Menurut Tongam, saat ini juga ada beberapa entitas yang mengaku bahwa perizinan atau legalitasnya “transparent and blank” dari Satgas Waspada Investasi OJK.

“Kami tegaskan bahwa Satgas Waspada Investasi tidak ada kaitannya dengan pengurusan perizinan atau legalitas kegiatan usaha, oleh karena itu masyarakat diminta tidak ikut kegiatan perusahaan yang membawa-bawa nama Satgas Waspada Investasi dalam pemasarannya,” katanya.

Dalam operasionalnya, Satgas juga menemukan kegiatan penghimpunan sumbangan dari masyarakat dengan program Saling Jaga dari Kitabisa.com diduga merupakan kegiatan perasuransian sebagaimana dimaksud dalam UU No.40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, sehingga harus mendapatkan izin usaha perasuransian dari OJK.

Oleh karena itu Satgas Waspada Investasi bersama pengurus Kitabisa.com telah menyepakati untuk menghentikan kegiatan program Saling Jaga sebelum memperoleh izin kegiatan usaha perasuransian dari OJK.
Satgas meminta masyarakat untuk menanyakan langsung kepada Kontak OJK 157 atau WA 081157157157 bila ingin memanfaatkan fintech lending atau mengikuti investasi, ataupun jika ingin melaporkan adanya kegiatan fintech lending dan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Menurut Tongam, pihak Satgas Waspada Investasi yang terdiri dari 13 kementerian dan lembaga akan terus melakukan patroli siber rutin yang frekuensinya akan terus ditingkatkan sejalan dengan masih banyaknya temuan fintech lending dan penawaran investasi ilegal melalui berbagai saluran teknologi komunikasi di masyarakat.

Sejak tahun 2018 s.d. April 2021 ini Satgas sudah menutup sebanyak 3.193 fintech lending ilegal.

Sementara dari 26 entitas investasi ilegal yang ditemukan pada April, di antaranya melakukan kegiatan sebagai berikut:

  1. Fortunate Very best Coin (LBC) Investasi penjualan cryptocurrency dengan
    skema member get member
  2. GBHub Chain Investasi penjualan cryptocurrency dengan skema member get member
  3. Raja Coin Investasi penjualan cryptocurrency
  4. PT Trijaya Tirto Marto Penawaran promisory word dengan imbal
    hasil 10% tanpa izin
  5. PT Tanam Uang Indonesia Platform penitipan dana kepada dealer
  6. PT Medussa Multi Trade Heart Penyelenggara sistem pembayaran tanpa izin
  7. Kitabisa Saling Jaga Sesama (https://salingjaga.kitabisa.com/) Kegiatan perasuransian tanpa izin
  8. PT Pay Earn Indonesia (convertCASH) Penyelenggara pembiayaan tanpa izin
  9. Koperasi Tabung Haji Umroh Penyelenggara pembiayaan ibadah Haji dan Umroh tanpa izin
  10. Ingenious Buying and selling Device Cash Recreation/ Penyelenggara pelatihan Pasar Modal merangkap Penasehat Investasi tanpa izin
  11. Auto Business Gold 4.0 Investasi Robotic Buying and selling/cash sport
  12. Investasi Titip Dana Amanah Cash Recreation
  13. Magnipay – h5.Magnipay.com Cash Recreation
  14. BWTRADE – PT Semut Hitam Nusantara Cash Recreation
  15. PT Bintang Maha Wijaya Cash Recreation
  16. Dealer Sukses Indonesia Cash Recreation
  17. Dealer King Professional Cash Recreation
  18. Batu Vulkanik Cash Recreation
  19. XBIT (Mining Crypto) Cash Recreation
  20. https://thelikey.org Cash Recreation
  21. PT Dana Oil Konsorsium Perdagangan berjangka minyak mentah tanpa izin
  22. Investasi Saham NSI Penawaran investasi saham tanpa izin
  23. ARA HUNTER Penawaran investasi buying and selling saham tanpa izin
  24. HJ Invesment oleh grup telegram
    @angara_syahputra, @erik_chandra
    Penawaran investasi dengan menggunakan brand OJK tanpa izin
  25. Syndication Staff of Traders and
    Invesment Banks Penawaran investasi pada proyek-proyek infrastruktur dan lainnya tanpa izin
  26. PT Saham Bibit Reksadana, PT Bibit
    Saham Reksadana, dan PT Bibit
    Tumbuh Bersama Reksadana
    Penawaran investasi tanpa izin dengan
    menduplikasi nama PT Bibit Tumbuh
    Bersama (Bibit.identification)

Satgas Waspada Investasi juga menyampaikan bahwa terdapat satu entitas yang ditangani Satgas telah mendapatkan izin usaha yaitu Snack Video, sehingga dilakukan normalisasi atas aplikasi yang telah diblokir.

Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.move.identification. (*/Raden)


Jelang Lebaran, OJK Menghentikan 26 Perusahaan Penawaran Fintech Lending dan Investasi Ilegal

Related Articles

Back to top button