News

Honorer Kecamatan Pabuaran Palsukan 690 AJB –

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Oknum honorer Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang Dedi Setia Budi memalsukan 690 Akta Jual Beli (AJB) dan hibah palsu di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Dari hasil pemalsuan AJB tersebut Dedi mendapatkan keuntungan mencapai Rp1,3 Miliar.

Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny mengatakan dalam menjalankan akasinya Dedi memalsukan tandatangan Babay Camat Pabuaran periode 2016-2019.

“Dimana kronologisnya berawal dari diketahui bahwa tandatangan atas nama Babay telah dipalsukan dalam Akta jual beli dengan Nomor: 231/2019, tanggal 11 Februari 2019 oleh JS yang merupakan PNS dengan jabatan sebagai group of workers seksi Ekbang di Kecamatan Pabuaran. Namun JS merupakan tersangka di perkara lain,” katanya kepada wartawan di Aula Serbaguna Bidhumas Polda Banten, Kamis (29/4).

Dari peristiwa tersebut Camat Pabuaran Asnawi mencari dan merekap information akta jual beli dan akta hibah yang pernah diproses pada masa jabatan Babay.

“Dan hasil perekapan dari kurun waktu bulan Januari 2018 sampai dengan Bulan Desember 2019 terdapat beberapa blangko minuta Akta (Akta Jual Beli dan Akta Hibah) yang masih kosong, tandatangannya atas nama Babay yang di palsukan oleh tersangka Dedi Setia Budi yang merupakan pekerja honorer di Kecamatan Pabuaran,” katanya.

Lanjutnya, berdasarkan kronologis kejadian tersebut, anggota Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten langsung melakukan penggeledahan kerumah tersangka Dedi Setia Budi.

“Anggota langsung melakukan penggeledahan di rumahnya dan memperoleh bukti-bukti dari tersangka. Dan bahwa tersangka telah melakukan perbuatan pemalsuan tandatangan dalam Akta Jual Beli dan Akta Hibah dari tahun 2018 hingga 2019 ketika menjadi PPATS (Pejabat pembuat akta tanah sementara) di Kecamatan Pabuaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten AKBP Dedy Darmawansyah menjelaskan bahwa barang bukti berupa Akta Jual Beli dan Akta Hibah yang dipalsukan tersangka sebanyak 690 akta.

“Adapun general barang bukti Akta Jual Beli dan Akta Hibah yang dipalsukan tandatangannya sebanyak 690 Akta. Dimana sebanyak 669 akta ditemukan di Kecamatan Pabuaran dan 21 akta ditemukan di rumah tersangka,” ujarnya.

Kata dia, pelaku memperoleh keuntungan dari setiap membuat akta sebesar Rp1 juta hingga Rp4 juta. Kebanyakan pelaku mendapatkan keuntungan Rp2 juta per-akta.

“Jika ditotalkan yang telah diterima tersangka sebesar Rp1,3 miliar,” katanya.

Adapun ancaman pidana terkait kasus tindak pidana pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) tersebut telah melanggar Pasal 263 KUHPidana, pidana penjara lama 6 tahun penjara dan Pasal 264 KUHPidana, pidana penjara paling lama 8 tahun penjara. (Fikram)



https://banteninsight.co.identity/honorer-kecamatan-pabuaran-palsukan-690-ajb/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=honorer-kecamatan-pabuaran-palsukan-690-ajb

Related Articles

Back to top button