News

BNNP Banten Ungkap Dua Kasus Penyeludupan Narkoba 3,5 Kg Shabu –

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Badan Narkoba Nasional Provinsi (BNNP) Banten berhasil mengungkapkan kasus penyeludupan shabu-shabu seberat 3,537 Kilogram didua tempat berbeda.

Untuk kasus yang pertama BNNP Banten berhasil mengungkapkan kasus penyeludupan narkoba seberat 3048,3 Kg di House Pool Terminal 2 Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jumat (12/3).

Sementara untuk kasus yang kedua BNNP Banten berhasil mengungkapkan kasus penyeludupan narkoba seberat 489,2 Gram shabu di Rumah Makan Padang singah Doeloe di Jalan Raya Pelabuhan Merak, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis (18/3).

Kepala BNNP Banten Hendri Marpaung mengatakan pada kasus yang pertama petugas BNNP Banten bekerjasama dengan pihak bandara melakukan penyelidikan pada house kedatangan. Kata dia, diperkirakan  dua orang membawa narkoba yang sudah keluar dari house kedatangan terminal dua.

Selanjutnya BNNP Banten melakukan pengecekan disalah satu Bus Damri dengan tujuan Stasiun Gambir ditemukan dua orang penumpang.

Ketika dilakukan pengeledahan salah satu penumpang berinisial SH (44) yang bertugas sebagai kurir kedapatan membawa 30 paket sabu yang dibungkus dengan plastik bening seberat 3048,3 Gram.

“Dengan modus membawa dalam sepatu. Diinjek dalam sepatu sebagian dicoper dicela dalam bagian depan bagian perut bagian bawah,” katanya kepada wartawan di Kantor BNNP Banten, Jumat (26/3).

Kata dia yang bersangkutan mebawa barang haram tersebut dari Medan, Sumatera Utara menuju Surarabaya, Jawa Timur.

Sementara untuk kasus yang kedua BNNP Banten berhasil menggalkan penyeludupan narkoba jenis shabu seberat 489,2 Gram yang dibawa oleh AN (58).

Kata dia, pada saat penagkapan AN sedang makan di Rumah Makan Padang Singga Doeloe di Jalan Raya Pelabuhan Merak, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Lanjutnya, barang haram tersebut dibawa oleh AN dari Aceh dengan tujuan Jakarta melalui jalan darat. AN menyembunyikan barang haram tersebut didalam bungkus permen merek kopiko yang berbentuk persegi Panjang. Kata dia, AN menyembunyikan bungkusan tersebut didalam lipatan pakaian yang dibawa menggunakan tas.

Kata dia, kedua pelaku akan dikenakan pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) JO pasal 132 ayat (1) UU RI NO 35 tahun 2009 tenteng narkotikan dengan hukuman empat tahun penjara hingga hukuman seumur hidup. (Fikram) 



https://banteninsight.co.identity/bnnp-banten-ungkap-dua-kasus-penyeludupan-narkoba-35-kg-shabu/

Related Articles

Back to top button