News

Demokrat Banten Lawan ‘Begal Politik’ Hingga Keakar –

JAKARTA, BANTENINSIGHT.CO.ID – Partai Demokrat mengapresiasi simpati dan dukungan masyarakat atas terjadinya upaya perebutan paksa terhadap Partai Demokrat dari kepemimpinan Ketua Umum hasil kongres V Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dilakukan oleh para begal politik.

Demisioner Plt. Sekertaris DPD Partai Demokrat Banten, Muhammad Haris Wijaya mengatakan agar semua kader Partai Demokrat untuk tetap cast berada dibawah kepemimpinan AHY.

Ia juga mengatakan peserta kongres Partai Demokrat abal-abal yang menghasilkan keputusan abal-abal adalah para penghianat.

Ia juga menyatakan perlawanan kepada siapapun yang berusaha merusak rumah besar Partai Demokrat.

“Ingat, kami akan melawan para pengkhianat yang mencoba merusak partai kami, hingga ke akar-akarnya,” katanya.

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengawasi semua kegiatan unlawful yang menggunakan simbol-simbol Partai Demokrat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Mari kita selamatkan demokrasi dari para ‘begal politik’ di daerah kita masing-masing. Cegah perbuatan melawan hukum yang merusak Demokrasi kita”, ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/3).

Ia juga mengatakan kepemilikan atribut Partai Demokrat dalam hal ini Lambang Partai Demokrat serta panji-panjinya telah terdaftar dan diakui oleh negara sesuai dengan nomor pendaftaran IDM 000 201 281, yang telah disahkan oleh Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Kemenkumham RI.

“Hal itu menyatakan bahwa pemilik merek lambang Partai Demokrat tersebut adalah Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat yang beralamat di Jl. Proklamasi no. 41, Menteng, Jakarta Pusat, tempat dimana kepengurusan Ketum AHY berkantor sehari-hari,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan jika masyarakat mengetahui ada pihak yang membohongi atasnama Partai Demokrat agar segera melapor ke kantor Partai Demokrat terdekat.

“Laporan tersebut akan Kami teruskan ke aparat penegak hukum untuk diproses secara perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Sekjen Partai Demokrat juga menegaskan bahwa didalam UU No. 20 tahun 2016 tentang Merk dan Indikasi Geografis, pasal 100 ayat (1), menerangkan bahwa, setiap orang yang dengan tanpa hak menggunakan merk dengan merk terdaftar milik pihak lain dapat dituntut pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.2.000.000.000,- (dua miliar rupiah).-

“Kami berharap para ‘begal politik’ segera berhenti mengganggu kehormatan dan kedaulatan Partai Demokrat. Kita masih menghadapi krisis pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi di berbagai daerah. Partai Demokrat ingin segera kembali fokus melakukan kerja-kerja politik, sosial dan kemanusiaan untuk membantu masyarakat,” terangnya. (Fikram)



https://banteninsight.co.identity/demokrat-banten-lawan-begal-politik-hinga-keakar/

Related Articles

Back to top button