News

Universitas Primagraha Dan SAF Sepakat Membangun “Sensible Village” – Banten Perception

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Menuju kongres nasional anak desa Universitas Primagraha menerima kunjungan Suwaib Amiruddin Basis (SAF) serta menyepakati bersama konsep membangun “Sensible Village”. Selasa (16/2)

Wakil Rektor II Universitas Primagraha, Haerofiatna menyampaikan bahwa konsep yang disampaikan oleh SAF sejalan dengan yang digagas oleh Universitas Primagraha yaitu konsep sensible village.

“Universitas Primagraha sekarang sedang mencanangkan sensible village, sekarang banyak mahasiswa kami yang berasal dari desa,” katanya.

“Kedepan kami akan mendorong anak desa dan aparatur desa untuk dapat berkuliah sehingga sumber daya manusia (SDM) yang ada di desa berkualitas,” tambahnya.

Menurut Haero, setelah sumber daya manusia yang di desa berkualitas, dapat membangun desanya serta mengelola sumber daya alam yang ada sehingga mampu mewujudkan gerakan One Village One Product (OVOP).

Direktur Eksekutif SAF, Mochamad Fahmi Abduh menyampaikan bahwa sumber daya manusia yang ada di desa harus berkualitas agar mampu membangun desanya secara mandiri.

“Desa harus mampu mandiri membangun desanya, salah satu solusinya dengan meningkatkan sumber daya manusia di desa,” ucapnya.

Menurut Fahmi anak desa harus berpendidikan yang tinggi dan ketika lulus pulang ke desa.

“Anak desa harus memiliki pendidikan yang tinggi dan setelah lulus pulang kembali ke desa untuk membangun desanya,” kata Fahmi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana (Ketuplak) Kongres Nasional Anak Desa 2021, Andri Wiguna menyampaikan kunjungannya ke Universitas Primagraha untuk bersilaturahmi, berdiskusi tentang desa sebagai bentuk penjaringan isu dan aspirasi yang akan dibawa ke kongres nasional anak desa 2021.

“Dalam proses penjaringan isu dan mengumpulkan aspirasi serta masukan, akademisi tidak boleh dilupakan. Sangat penting sekali masukan dari para akademisi, sehingga kami menyambangi Universitas Primagraha untuk berdiskusi dan menampung masukan-masukan untuk kemajuan desa,” jelasnya.

Andri pun berharap agar kedepannya bisa mengadakan Focal point Crew Dialogue (FGD) dengan para rektor di Provinsi Banten untuk mengumpulkan aspirasi untuk acara kongres.

“Kedepan insyaallah kita akan mengadakan Focal point Grup Dialogue para rektor di provinsi banten dalam rangka mengumpulkan aspirasi dan masukan yang akan dibawa ke kongres nasional anak desa 2021,” tutur Andri. (*/Mira)



https://banteninsight.co.identity/universitas-primagraha-dan-saf-sepakat-membangun-smart-village/

Related Articles

Back to top button