News

XL Axiata Cetak Laba Bersih Rp679 Miliar Selama Tahun 2020

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini. Foto/XL Axiata.

EKBISBANTEN.COM – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mencetak laba bersih dinormalisasi sebesar Rp679 miliar selama tahun 2020.

XL Axiata juga berhasil membukukan tingkat profitabilitas yang berkelanjutan juga terjaga dengan baik, di mana EBITDA meningkat sebesar 31 persen dibanding tahun sebelumnya (YoY).

“XL Axiata meraih peningkatan pendapatan layanan lebih dari 6 persen dibandingkan periode yang sama dari tahun sebelumnya (YoY),” ujar Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini secara tertulis, Senin (15/2).

Dian juga menuturkan, sepanjang tahun 2020, kontribusi pendapatan dari knowledge mencapai 92 persen, dengan penetrasi smartphone mencapai 89 persen yang merupakan tertinggi secara industri. Di sisi lain, rerata pendapatan in step with pelanggan atau ARPU campuran meningkat dari tahun sebelumnya Rpsebesar 35.000 menjadi Rp 36.000.

“Sementara itu, pembangunan jaringan knowledge 4G terus berlangsung, dan hingga akhir 2020 telah mencapai 458 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia dengan lebih dari 54 ribu Base Transceiver Station (BTS) 4G,” tambah Dian.
 
“Di sepanjang tahun 2020, kami berfokus pada keunggulan operasional untuk mendorong digitalisasi bisnis dengan menerapkan otomatisasi dan simplicity. Pada saat yang sama, kami juga terus membangun keintiman dengan pelanggan, dengan memastikan kedua merek yaitu XL dan AXIS mencapai NPS (internet promotor rating) yang kuat pada segmen pelanggan yang menjadi goal melalui beragam produk yang sesuai kebutuhan mereka, serta peningkatan kualitas jaringan secara berkesinambungan. Terkait pandemi, kami memastikan kelangsungan bisnis perusahaan tidak terganggu dengan menerapkan adaptasi pada norma baru,” imbunhnya.
 
Beban operasional in step with akhir 2020 turun sebesar -15 persen YoY, yang didorong oleh berkurangnya beban infrastruktur hingga -30 persen YoY, di mana hal ini sebagai hasil dari adopsi IFRS 16.

“Interkoneksi dan beban langsung lainnya juga turun -25 persen YoY terutama karena interkoneksi yang lebih rendah sebagai akibat dari penurunan trafik layanan SMS dan voice. Sementara itu, beban pemasaran menurun -8 persen YoY karena pergeseran pengeluaran yang kini lebih banyak pada penggunaan saluran virtual,” kata Dian.
 
Pada sisi jaringan, trafik knowledge sepanjang tahun 2020 meningkat 47 persen YoY dari 3.320 Petabyte menjadi 4.869 Petabyte. Sementara itu jika dihitung in step with kuartal, trafik di akhir kuartal keempat, trafik knowledge meningkat 8 persen QoQ.

“Peningkatan trafik tidak terlepas dari bertambahnya jumlah general pelanggan, yaitu menjadi 57,89 juta, meningkat dari kuartal sebelumnya sebanyak 56,88 juta,” ujarnya.
 
Realokasi kapasitas 3G ke 4G yang dipercepat selama periode satu tahun di 2020 juga dilakukan perusahaan seiring dengan adanya penurunan trafik penggunaan layanan 3G yang hanya mencapai kurang dari 10 persen dari general trafik knowledge.

Meskipun demikian, upaya mengurangi umur aset 3G yang berguna tersebut sejalan dengan tujuan untuk menghasilkan penghematan depresiasi yang akan meningkatkan profitabilitas di masa depan.  
 
Masih kata Dian, sepanjang 2020, XL Axiata mengenalkan sejumlah penawaran baru. Antara lain untuk pelanggan layanan prabayar ada XL Xtra Limitless Turbo, dan Limitless 1 jam. Untuk pelanggan paskabayar ada Prio Flex dan myPRIO limitless. Bagi pelanggan AXIS tersedia Edu-Pack, Owsem 48GB + Limitless Video games 30 hari, dan Bronet 24 Jam 8GB 7 hari.

“Selain itu, juga diluncurkan paket XtraBelajar sebagai salah satu dukungan para pelajar dan mahasiswa guna dalam rangka mendukung program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” katanya.
 
Pemanfaatan virtual IT, synthetic clever dan knowledge analytics juga terus dilanjutkan perusahaan untuk mengidentifikasi apa saja kebutuhan setiap segmen pelanggan atas layanan telekomunikasi dan knowledge. Dengan demikian perusahaan bisa lebih tepat dalam pembuatan produk layanan baru yang memang dibutuhkan setiap segmen pelanggan. Selain itu, penawaran produk juga bisa lebih terarah, sesuai dengan karakter setiap segmen.
 
Pandemi Covid-19 tidak menghalangi XL Axiata untuk terus membangun jaringan. Hingga akhir 2020, XL Axiata tercatat memiliki general lebih dari 144 ribu BTS. Jumlah ini meningkat sekitar 11% YoY. Dari general sebanyak itu, 54.297 merupakan BTS 4G. Jika dilihat dari luas cakupan wilayah, jaringan 4G milik XL Axiata telah melayani pelanggan di 458 kota/kabupaten di hampir semua provinsi yang ada di Republik Indonesia.
 
Guna menyiapkan jaringan menuju 5G, XL Axiata juga terus melanjutkan proses fiberisasi jaringan. Fiberisasi ini untuk mendukung peningkatan kualitas jaringan knowledge di setiap house karena salah satu manfaat dari proses ini adalah kapasitas jaringan delivery menjadi lebih besar. Fiberisasi terbukti mampu meningkatkan kualitas jaringan untuk menopang sejumlah layanan knowledge dengan kapasitas besar, seperti antara lain reside video streaming.  
 
Dari sisi kondisi finansial, neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah mendapat tambahan dari hasil penjualan menara. Unfastened Money Go with the flow (FCF) juga ada pada tingkat yang sehat, yaitu sebesar Rp 6,46 triliun atau meningkat hingga 76 persen YoY. XL Axiata saat ini juga tidak memiliki pinjaman dalam denominasi US Buck, sebesar 67 persen di antaranya berbunga floating dan masa jatuh pace yang tidak bersamaan
 
 XL Axiata melihat sejumlah peluang positif di dalam Industri Telekomunikasi Indonesia. Salah satunya adalah terkait kemungkinan terjadinya konsolidasi operator, di mana hal tersebut akan membawa dampak yang menyehatkan Industri Telekomunikasi secara umum.

Selanjutnya, cara kerja virtual, sekolah, dan kehidupan sehari-hari akan menciptakan permintaan knowledge dalam jangka panjang. Peluang lainnya berupa peningkatan permintaan layanan mounted broadband (FTTH), di mana XL Axiata telah memiliki layanan XL House dengan house layanan yang terus meningkat, serta sambungan yang terus bertambah. Terakhir, XL Axiata melihat adanya momentum kuat di tahun ini untuk terus memperluas jaringan di luar Jawa sebagai investasi berkelanjutan.
 
Dalam melaksanakan transformasi virtual dalam operasional perusahaan, XL Axiata telah menjalankan sejumlah inisiatif yang strategis. Selain implementasi platform 0 Contact Operation, inisiatif yang telah diimplementasikan antara lain Google Cloud – Hybrid-Cloud​, Cloud Core 5G-Able, Buyer Identification and Get entry to Control (CIAM), SAP S/4 HANA Cloud, Omnichannel Buyer Worth Control (CVM), dan Multi Channel Marketing campaign Control (MCCM).
 
Untuk memberikan pengalaman yang lebih baik untuk pelanggan, XL Axiata juga telah meluncurkan aplikasi myXL yang telah disederhanakan dan lebih mudah digunakan karena memiliki kemampuan mempersonalisasi setiap pelanggan.

“Layanan masa depan selanjutnya adalah Reside.On, yang memungkinkan setiap pengguna mendapatkan kendali penuh atas layanan knowledge paket knowledge yang besar dengan satu kuota untuk menentukan semua aplikasi yang dibutuhkan, jaringan, dan masa waktu penggunaan,” pungkas Dian. (*Raden)


XL Axiata Cetak Laba Bersih Rp679 Miliar Selama Tahun 2020

Related Articles

Back to top button