News

Pahit Manis Jadi Gross sales, Digodain Pembeli Hingga Bisa Jalan-jalan Keluar Negeri

Foto: Pipit Purwadi Gross sales DFSK saat berfoto di space diler DFSK Serang.

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Gross sales Advertising merupakan ujung tombak suatu perusahaan untuk meningkatkan pendapatan. Psychological berjualan dan etika menjadi modal utama karena harus bertemu langsung dengan konsumen akhir.

Berbagai pengalaman juga dirasakan oleh gross sales ketika berada dilapangan, tekanan dari goal penjualan terkadang membuat profesi yang satu ini banyak ditinggalkan oleh banyak orang dan memilih mengambil profesi lain.

Berikut ini, kisah sedih dan bahagia tiga gross sales dari kota Serang selama berkarir ditempatnya masing-masing.

  1. Sahroni, (Megazip) Bisa Jalan-jalan ke Bali dan Lombok

Salah satu Gross sales Lembaga Keuangan (Leasing) Megazip asal Kota Serang Sahroni, ia berhasil membuktikan bahwa menjadi seorang gross sales tidak seburuk yang orang pikirkan. Sahroni berhasil mendapatkan kesempatan jalan-jalan ke Bali dan Lombok selama dua tahun berturut-turut yaitu tahun 2018 dan 2019.

“Saat itu, saya berhasil menghimpun pembayaran 100 konsumen selama satu tahun, jadi dari Kota Serang ini ada dua orang yang berangkat ke Bali dan Lombok salah satunya saya,” kata Sahroni kepada Ekbisbanten.com.

Sahroni berhasil mengalahkan ribuan gross sales di seluruh Indonesia melalui Liga Gross sales yang digelar oleh Megazip sebagai lembaga keuangan untuk pembelian furnishings, peralatan elektronik dan device. Ia menjadi salah satu dari 60 orang gross sales yang berhasil mendapatkan praise tersebut.

“Ini menjadi salah satu bonus terbesar yang pernah saya dapatkan, sekarang alhamdulillah gaji dan bonus kalau ditotal bisa mencapai angka Rp4-5 juta perbulan,” kata Pria lulusan S1 Manajemen STIE ISM Tangerang.

Sahroni mengaku, ditahun pertamanya menjadi gross sales banyak pengalaman yang kurang mengenakan. Mulai dari pendapatan hingga perlakuan dari para calon pembeli.

“Berkas pembelian pernah di sobek oleh konsumen karena tidak lolos lalu dilempakan ke saya. Memang harus punya psychological yang kuat, dan jangan mudah putus asa kalau ditolak oleh calon pembeli,” kata pria 31 tahun tersebut.

Dikatakan Sahroni, hal yang membuatnya bertahan dengan profesi gross sales ialah tantangan yang harus ditaklukan pasti berbeda. Selain itu lewat pekerjaannya ini Sahroni bisa lebih banyak menjalin jejaring pertemanan lewat silaturahmi yang dibangun.

“Pekerjaan itu harus dinikmati, jangan dibawa pusing supaya kita fokus menjalankan tugas,” pungkas Sahroni.

  1. Yulita Theroa (Tunas Toyota Serang) Menjual 2058 Unit Kendaraan Hingga Tahun 2020

Yulita Theora sudah berkarir di Tunas Toyota Serang sejak tahun 2003 dan berhasil mencatatkan tren positif dengan menjual 2058 unit mobil Toyota hingga bulan November 2020.

“Seneng banget jadi gross sales, banyak hal positif yang bisa dibangun mulai dari jejaring dengan orang penting hingga reword karena goal jualan kita tercapai,” kata Yulita.

Diceritakan wanita lulusan Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta jurusan ekonomi manajemen ini, banyak suka dan duka ketika menjadi seorang gross sales.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button